a. Definisi Keakraban
Keakraban menurut Smith Dkk (2000), didefinisikan sebagai ikatan emosional positif dimana didalamnya termasuk saling mengerti dan mendukung. Keakraban terjadi pada sebuah persahabatan yang terjalin dengan baik, meliputi orang-orang yang saling menyukai, menyenangi kehadiran satu sama lain, memiliki kesamaan minat dan kegiatan, saling membantu, saling memahami, saling mempercayai, menimbulkan rasa nyaman dan saling menyediakan dukungan emosional.

Keakraban tumbuh secara perlahan sepanjang waktu dan dipengaruhi oleh interaksi, dukungan, pembenaran atau penerimaan, rasa hangat, keterhubungan, dan pengertian yang sangat penting bagi orang-orang.

children-playing

( Sumber : retnaningws.wordpress.com )

Hubungan yang dapat dikatakan dekat (akrab), menurut Brehm & Kassin (2013) seperti berikut ini:

  1. Terdapat kelekatan emosional
    Dimana seseorang yang telah mengenal dengan baik sahabatnya akan merasa memiliki kedekatan emosional seperti: saat teman menemukan masalah maka sahabat yang lain ikut merasakannya.
  2. Saling memenuhi
    Dalam hal ini saling memenuhi merupakan arti lain dari memberikan dukungan kepada sahabatnya, sehingga mereka merasakan jika dukungan tersebut membuat hubungan yang terbentuk akan semakin dekat. Contohnya: saling memberikan motifasi dalam belajar maupun keseharian adalah hal yang dibutuhkan.
  3. Ketergantungan
    Ketergantungan adalah saling menganggap penting kehadiran satu sama lainnya, hal ini ketergantungan merupakan ciri-ciri keakraban yang terjalin kadang merasa lebih dari sahabat atau merasa kehilangan saat mereka jarang bertemu.

b. Aspek-Aspek keakraban

Keakraban menurut Amidon, Tread Well dan Kumar (dalam Ghalami, 2013), dapat digambarkan dengan beberapa aspek yaitu sebagai berikut:

  1. Kecenderungan untuk keakraban
    Dalam hubungan yang terjalin, individu membutuhkan adanya keterkaitan yaitu kebutuhan untuk keintiman, kebersamaan, simpati, dan saling ketergantungan terhadap orang yang dikenal
  2. Menarik diri dari keakraban
    Dimana dapat digambarkan bahwa tidak ingin berhubungan dekat dan tidak adanya kepercayaan.
  3. Daya tarik
    Dimana seseorang mengawali hubungan yang akrab yaitu dengan daya tarik fisik dan kedekatan seksual.
  4. Takut keakraban
    Dimana ada individu memiliki ketakutan dalam berhubungan dekat, hal ini dapat dilihat dari rasa takut kehilangan kontrol dan takut ditolak.

Keakraban menurut Prager (1999), juga memiliki beberapa aspek yaitu:

  1. Afeksi
    Dengan ini, sahabat yang lain dapat merasakan bahwa dirinya diperhatikan, disayang dan dibutuhkan, bila masing-masing individu dapat menjalankan hal tersebut, maka hubungan keakraban akan meningkat.
  2. Kepercayaan
    Dengan menaruh kepercayaan kepada sahabatnya, maka keutuhan hubungan akan mudah terjaga sehingga meningkatkan hubungan keakraban.
  3. Rasa kebersamaan
    Dengan rasa kebersamaan, tingkat keakraban hubungan akan meningkat.
  4. Berbagi waktu dan aktivitas
    Dengan intensnya berbagi waktu dan aktivitas bersama maka lama- kelamaan persahabataan akan lebih akrab.

c. Faktor-faktor keakraban pada remaja

Terdapat juga faktor –faktor yang membentuk sebuah keakraban, menurut Hogg & Vaughan (2002), adalah sebagai berikut:

  1. Fisik yang Menarik (Physical Attractiveness)
    Individu yang menarik dinilai lebih positif daripada individu yang tidak menarik, bahkan bagi orang-orang yang sudah mengenal mereka.
  2. Kedekatan (Proximity)
    Kedekatan merupakan menjadi faktor yang berperan pada awal terbentuknya keakraban dalam hubungan.
  3. Saling berbalasan (Reciprocity)
    Saling berbalasan adalah sebuah aturan ”melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan orang lain terhadap diri individu”.
  4. Persamaan (Similarity)
    Persamaan sikap dan nilai adalah faktor paling penting dalam ketertarikan. Persamaan ini bisa dalam hal penampilan fisik, latar belakang sosial dan kepribadian.
  5. Kebutuhan melengkapi (Need Complementary)
    Adanya perbedaan antar individu bisa dijadikan dasar untuk saling melengkapi satu sama lain.
  6. Keterbukaan Diri (Self-disclosure)
    Keterbukaan diri adalah berbagi informasi tentang perasaan dan pikiran pribadi kepada orang lain.