A. Defenisi kekompakkan menurut para ahli

Menurut Dewi (2007) berpendapat bahwa kekompakan adalah bekerja sama secara teratur dan rapi, bersatu padu dalam menghadapi suatu pekerjaan yang biasanya ditandai adanya saling ketergantungan. Sedangkan menurut Mangkuprawira (2009) menyatakan bahwa kekompakan (cohesiveness) adalah tingkat solidaritas dan perasaan positif yang ada dalam diri seseorang terhadap kelompoknya

https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/iXgDqXAk_RzeRxvt3j5WMne8RZ8=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2721504/original/068803100_1549430665-duy-pham-704498-unsplash.jpg

(sumber: https://www.bola.com/ragam/read/4445241/35-kata-kata-mutiara-tentang-solidaritas-wujud-kebersamaan-dan-kekompakan)

Kekompakan dalam kelompok bukanlah senjata rahasia untuk meningkatan kinerja kelompok atau tim, dengan cara menjaga ukuran kelompok-kelompok tugas tetap kecil, untuk menyakinkan bahwa standar-standar kinerja dan sasaran-sasaran harus jelas dan dapat diterima, dalam mencapai beberapa keberhasilan awal dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang praktis, dengan anggota kelompok yang dipilih sendiri di mana orang-orang mengangkat teman satu kelompoknya sendiri dengan cara-cara sosial yang dapat merangsang kekompakan sosial emosional. Membantu perkembangan kekompakan sosial emosional perlu diseimbangkan dengan kekompakan tim.

Menurut West (2002), “Ada 5 (lima) hal yang bisa menjadi bahan latihan kekompakan dalam sebuah tim, yaitu:

  1. Komunikasi, meliputi kelancaran komunikasi, tepat dan akurat menyampaikan informasi, dan saling terbuka.
  2. Respek satu sama lain, meliputi pemahaman kebutuhan dan mendengarkan pendapat pihak lain, dengan memberikan respon, serta memberikan penilaian positif.
  3. Kesiapan menerima tantangan, meliputi tindakan yang dilakukan dengan kegigihan dan ketekunan dalam bekerja
  4. Kerja sama, meliputi kemampuan memahami pentingnya komitmen, kepercayaan, penyelesaian masalah bersama, kejelasan tujuan, memberi dukungan dan motivasi, serta mengakui kesuksesan

B. Kekompakan memiliki dampak positif dan negatif

Kekompakkan memiliki dampak positif dan negatif menurut West (2002) yaitu:

  1. Dampak positifnya adalah terjalinnya hubungan yang baik antar anggota atau manusia yang menyebabkan terciptanya kerukunan dan adanya sikap mau mengalah serta mengurangi kesalah pahaman.
  2. Dampak negatifnya adalah ketika kekompakan yang dianut dalam artian yang salah, seperti perkelahian, tawuran, dll.