A. Pengertian Pergaulan Teman Seebaya

Apa itu pergaulan teman sebaya????

Menurut Santrock (2007) pergaulan teman sebaya adalah hubungan yang terjadi antara individu maupun individu dengan kelompok. Didalam hubungan tersebut melibatkan anak-anak yang memiliki persamaan usia, kebutuhan, minat, ras, asal etnis, dan status sosial ekonominya, yang seiring berjalannya waktu akan membentuk pertemanan atau persahabatan.

Pentingnya Relasi Teman Sebaya | Bimbingan dan Konseling untuk Semua Siswa

(Sumber: https://ewintri.wordpress.com/2012/01/10/pentingnya-relasi-teman-sebaya/)

B. Kelompok Teman Sebaya
Pada saat anak memasuki usia kelompok teman sebaya, hubungan sosialnya berkembang pesat menjadi pribadi yang sosial, merupakan salah satu tugas perkembangan yang utama pada periode ini. Hurlock (1999: 215) menambahkan bahwa kelompok teman sebaya dapat beranggotakan dalam jumlah besar maupun kecil. Hurlock menggolongkan kelompok teman sebaya sebagai:

a. Teman Dekat
Kelompok teman dekat biasanya terdiri dari dua atau tiga orang yang mempunyai jenis kelamin yang sama, minat,Life is better with friends! #friendship #life #friendsarefamily | Happy friendship, Happy friendship day, Friendship

(Sumber: https://www.pinterest.com/pin/133278470200006654/)

kemampuan dan hubungan yang terjalin semakin akrab untuk saling mengenal satu sama lain. Kelompok itu biasanya menjadi ruang untuk bercerita satu dengan yang lain tentangberbagai hal.

b. Kelompok Kecil
Kelompok ini terdiri dari beberapa teman dekat, meliputi jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kelompok ini biasanya memiliki kedekatan satu sama lain. Jumlah mereka yang tidak terlalu banyak membuat hubungan antar mereka mejadi lebih dekat. Kelompok ini juga biasanya terdiri dari remaja yang memiliki kesamaan hobby atau bakat yang mereka miliki.

c. Kelompok Besar
Kelompok besar dalam pergaulan teman sebaya ini terdiri dari kelompok yang memiliki jumlah anggota yang banyak, lalu berkembang dengan meningkatnya minat dan interaksi antar mereka. Karena kelompok ini besar, maka penyesuaian minat antar anggotanya berkurang sehingga terdapat jarak sosial yang lebih besar di antara mereka. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan atau relasi antar pribadi dalam kelompok ini kurang dekat.

d. Kelompok Teroganisir
Kelompok ini mempunyai struktur organisasi atau susunan kepengurusan yang jelas dan terwujud dalam organisasi sekolah atau masyarakat yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan sosial para remaja yang masih berada di bawah bimbingan dan pengawasan orang dewasa. Kelompok ini biasanya terbentuk untuk memenuhi atau melaksanakan tugas tertentu. Perjumpaan dalam kelompok ini biasanya tergantung pada jadwal kelompok yang ditentukan oleh organisasi.

e. Kelompok Geng
Kelompok ini terbentuk karena sebuah kelompok individu yang saling berkaitan, baik teman dekat maupun kesamaan latar belakang seperti, lingkungan, perkerjaan, hobi atau sekolah. Biasanya geng merujuk pada gerombolan orang yang melakukan hal negatif dan ilegal seperti kriminal, penyeludupan atau narkoba tetapi juga ada bertujuan keranah positif. Ciri-ciri geng anak-anak menurut Hurlock (1999: 156) adalah sebagai berikut.

  1. Tujuan utama geng anak-anak adalah memperoleh kesenangan dalam kelompok bermain.
  2. Geng anak-anak terdiri dari anak-anak yang popular dengan teman-teman sebaya.
  3. Geng anak-anak jarang beranggotakan kedua jenis seks.
  4. Geng anak-anak terdiri dari anak-anak yang usia dan tingkat perkembangannya sama dan yang mempunyai minat serta kemampuan yang sama

Selama 3 tahun Laki-Laki Ini Menggendong Temannya

(Sumber: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net)

C. Bagaimana mempererat hubungan pertemanan?
Pertemanan yang baik dilihat dari seberapa mampu untuk saling terbuka dan seberapa besar kesediaan untuk merespon secara emosional. Maka dari itu penting untuk mengembangkan dan memelihara persahabatan yang sehat, karena tidak ada jaminan apakah kita akan tetap hidup dikelilingi oleh banyak teman selamanya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Snap Inc yang melibatkan 10.000 partisipan berusia 13 hingga 75 tahun dari sembilan Negara, menunjukkan mayoritas partisipan sepakat bahwa kejujuran merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas pertemanan. “Kejujuran adalah pembangun hubungan, dan sarana untuk koneksi dan kenyamanan” tulis Kirmayer dalam artikelnya (Tirto.Id. 15, des 2019) Ia menyebutkan ada beberapa langkah dalam membangun kejujuran dalam hubungan pertemanan, yakni:

  1. Mengendalikan pemikiran-pemikiran yang menyebabkan konflik antar pertemanan.
  2. Membangun kepercayaan mulai dari hal-hal kecil, seperti menjalani hobi dan rencanakan kegiatan menyenangkan di akhir pekan.
  3. Membangun pendekatan secara empati. Alih-alih memaksa sahabat untuk membuka diri, tanamkan pada sahabat bahwa kita selalu ada untuk mendengarkan mereka.
  4. Saling menghormati batas dan saling menghargai ketika teman tidak siap ataupun bersedia untuk berbagi.
  5. Mengakui kesalahan dan membuka pandangan dari perspektif masing-masing untuk menemukan ‘mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi.’ Cara ini dilakukan agar dapat saling memaafkan.
  6. Jika kesalahan bisa dimaafkan, buat komitmen untuk berubah agar kesalahan tersebut tidak kembali terulang.

Boy helping his friend stand up

(Sumber: https://www.childrens.com/health-wellness/how-teens-can-help-friends-with-anxiety-and-depression)

C. Pergaulan teman sebaya dikatakan berpengaruh baik apabila pergaulan sesama teman itu:

  1. Bertingkah laku baik sehari-hari sesama teman.
  2. Bersikap baik sesama teman
  3. Tidak mengajak teman untuk melanggar peraturan sekolah
  4. Menghormati sesama teman serta berbuat baik terhadap guru.
  5. Menunjukan suri tauladan yang baik sesama teman.
  6. Saling memberi dorongan terhadap teman untuk giat belajar
  7. Tidak melakukan tindakan amoral