A. SOLIDARITAS

a. Defenisi Solidaritas

Menurut Paul Johnson (1980) mengatakan bahwa solidaritas menunjukkan pada suatu keadaan antar individu atau kelompok yang didasarkan perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama, yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.

Menurut Robbert (1985) pengertian solidaritas sosial tetap kita berpegang yakni kesatuan, persahabatan, saling percaya yang muncul dari tanggung jawab dan kepentingan bersama diantara para anggota.

Menurut Soerjono Soekanto (1987) menyatakan bahwa solidaritas sosial merupakan kohesi yang ada  antara anggota suatu asosiasi, kelompok, kelas sosial, kasta, dan antara berbagai individu dan kelompok, maupun kelas-kelas membentuk masyarakat, dengan bagian-bagiannya.

Rizka Noviani (2018) menyatakan, sesungguhnya solidaritas mengarah pada keakraban dalam kelompok pertemanan. Dalam persprektif sosiologi, keakraban hubungan antara kelompok teman sebaya tidak hanya merupakan alat untuk mencapai atau mewujudkan cita – citanya, akan teteapi keakraban hubungan sosial tersebut juga merupakan salah satu tujuan utama dari kehidupan kelompok masyarakat yang ada. Keadaan kelompok yang semakin kokoh selanjutnya akan menimbulkan rasa saling memiliki dan emosional yang kuat diantara anggotanya. Solidaritas juga merupakan kesetiakawanan antar anggota suatu kelompok.

b. Manfaat Solidaritas

Manfaat dari adanya rasa solidaritas menurut Rizka Noviani (2018) yaitu :

  1. Akan ada rasa saling tolong menolong antar sesama
  2. Adanya rasa peduli terhadap kawan
  3. Bisa menjaga tali persaudaraan terhadap sesama, teman ataupun keluarga
  4. Berkurangnya konflik antar sesama anggota kelompok
  5. Mengurangi rasa iri dan dengki antar sesama anggota kelompok

Fakta Media: [Video] Terharu, Adakah Sahabat seperti ini? Melihat Teman Sulit Berjalan 2 Sahabat ini Membantu sampe Menggendongnya Pulang

(Sumber: https://fakta-media.blogspot.com/2016/11/video-terharu-adakah-sahabat-seperti.html: salah satu contoh manfaat solidaritas, saling menolong antar teman)

Maka sudah seharusnya sesama manusia menumbuhkan rasa solidaritas dalam diri dan menjaganya agar tidak hilang dan tentunya kita dapat memanfaatkan dengan benar rasa solidaritas tersebut.

c. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Solidaritas

Ada 2 faktor yang mempengaruhi solidaritas menurut  Baron dan Branscombe (2012) yaitu:

  1. Faktor lingkungan
    Lingkungan sekitar bisa mempengaruhi adanya rasa solidaritas seperti bagaimana cara bergaul dan berteman di dalam lingkungan
  2. Faktor keluarga
    Pendidikan yang baik di berikan dalam keluarga sejak kecil dapat memberikan dampak positif setelah dewasa, maka pendidikan yang di berikan bagi anak-anak sangat berguna bagi perkembangannya di kehidupan yang akan datang

d. Pentingnya Solidaritas dalam Kehidupan Manusia dan Kelompok

Rizka Noviani (2018) mengatakan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang berarti tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan bantuan dari orang lain. Manusia akan hidup berkelompok dalam masyarakat, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar dan tidak akan hidup sendirian.

Rasa solidaritas atau kebersamaan ini akan muncul dengan sendirinya saat manusia satu dengan yang lain memiliki kesamaan dalam beberapa hal. Dengan adanya solidaritas maka kita dapat bersatu dan mewujudkan sesuatu bersama-sama.

Perbedaan yang ada disekitar kita bukan untuk ditertawakan dan diasingkan, namun disitulah peran penting solidaritas, yaitu  menyamakan dan mempersatukan perasaan toleransi, dan menciptakan  keadaan sosial yang teratur. Peran penting solidaritas dapat diukur keberhasilannya jika solidaritas dapat menciptakan kesatuan dan kesamaan perjuangan dalam masyarakat.

e. Hal-Hal yang Terjadi Jika Tidak Ada Solidaritas

Solidaritas antar manusia sudah harus diterapkan dari semenjak dini. Mengingat pentingnya solidaritas yang mengatas namakan perbedaan dapat memperkaya relasi, budaya dan persatuan, maka solidaritas harus diusahakan dan dipertahankan. Tidak mau membuka diri dan selalu mencaci maki golongan lain, adalah contoh hal-hal yang berpotensi akan terjadi jika tidak dilandasi oleh solidaritas. Hivo (2014) mengatakan bahwa hal-hal yang terjadi jika tidak ada solidaritas terdiri atas:

  1. Stereotype
    Stereotype adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok berupa prasangka positif dan juga negatif, yang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan pengelompokan.
  2. Prasangka
    Prasangka adalah sikap yang negatif terhadap sesuatu tanpa ada alasan mendasar atas pribadi yang merupakan suatu tipe khusus dari sikap yang cenderung kearah negatif.
  3. Primordialisme
    Primordialisme adalah suatu perasaan-perasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sangat menjunjung tinggi ikatan sosial yang berupa nilai-nilai norma dan kebiasan-kebiasaan yang bersumber dari etnik, ras, tradisi, kebudayaan yang dibawa sejak seorang individu dilahirkan.
  4. Kehilangan rasa solidaritas terhadap sesama
    Diasingkan dalam kehidupan sosial karena rasa egois yang tak terbatas.
  5. Kesulitan dalam bersosialisasi
    Sikap dalam menghadapi individualis, kita tidak boleh melupakan kodrat kita sebagai makhluk sosial yang mungkin sewaktu-waktu kita pasti membutuhkan bantuan orang lain.

f. Cara untuk membangun solidaritas

Cara untuk membangun solidaritas berasal dari kesadaran dalam diri setiap manusia yang merupakan salah satu faktor untuk menciptakan solidaritas, dengan cara menghormati orang yang sedang beribadah, mengucapkan selamat kepada orang yang merayakan hari raya, tidak memilih-milih teman, saling menghargai terhadap orang yang tidak sesuku, serta tidak membedakan kepercayaan dan status. Hendaknya setiap orang yang mencintai perbedaan dan orang yang selalu menutup diri terhadap perbedaan, dapat menerapkan solidaritas antar orang lain, sehingga tujuan dari solidaritas itu sendiri tercapai.

  1. Jenis-Jenis Solidaritas.

Emile Durkheim (1858) membagi masyarakat berdasarkan bentuk dari solidaritas sosialnya, yaitu antara lain :

  1. Solidaritas Organik
    Solidaritas Organik adalah solidaritas yang didasarkan atas perbedaan-perbedaan yang muncul akibat timbulnya pembagian kerja yang makin besar didasari atas tingkat ketergantungan yang sangat tinggi, seta diikat dengan kaidah moral, norma, undang-undang atau seperangkat yang bersifat umum.
  2. Solidaritas Mekanik
    Solidaritas Mekanik adalah solidaritas yang memiliki kesadaran dalam sekumpulan pribadi yang bekerja sama untuk tujuan tertentu tanpa adanya pemimpin didalamnya yang didasarkan pada sifat ketergantungan individu yang memiliki kepercayaan dan pola normatif yang sama.

Contoh Solidaritas

Disebuah desa di Kecamatan tanjung, Ada seorang remaja 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA sebut saja namanya Sesi. Sesi adalah seorang anak dari keluarga yang sederhana. Sesi seorang anak yang baik dan pandai namun akibat salah pergaulan, Sesi menjadi anak yang nakal dan mabuk-mabukkan. Suatu hari Sesi ingin meminta uang kepada orang tuanya untuk dibelikan sebuah motor, namun karena orang tuanya hanya bekerja sebagai serabutan. Orang tua Sesi pun tidak bisa menuruti apa kemauan anaknya itu, karena penolakan kedua orang tuanya itu Sesi pun merasa kesal dan marah. Karena merasa kesal, Sesi pun pergi ke desa tetangga yaitu desa titi bersama teman-temannya untuk melihat sebuah orkes musik. Pada saat melewati desa tetangga tersebut Sesi melihat sebuah motor milik Ibu Nia sedang berada didepan rumah. Ibu Nia adalah warga desa Titi yang baru pulang dari luar negeri sebagai TKI berusia 38 tahun. Awalnya Sesi tidak ingin mencuri, Namun keinginan hatinya berubah, dia ingin mencuri motor tersebut.

Dengan melihat keadaan disekitarnya, menurutnya keadaan sepi karena orang-orang pasti sedang melihat orkes musik di desa tersebut. Akhirnya Sesi pun membawa motor Ibu Nia tersebut, belum sempat membawa motor tersebut jauh, anak Ibu Nia yang bernama Qia keluar dari dalam rumah karena mengetahui Sesi sedang membawa motor milik ibunya kemudian berteriak” maling”. Mendengar teriakan tersebut para warga pun berdatangan dan memukuli Sesi .Salah satu warga pun menghubungi pihak Kepolisian, Polisi pun datang untuk menyelesaikan masalah dan menangkap tersangka untuk dibawa ke kantor Polisi.

Analisis Kasus :

Respon masyarakat terhadap kasus tersebut masyarakat memukuli tersangka dan melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Menurut pandangan Emile Durkheim (1858), dalam kasus ini solidaritas masyarakat bersifat mekanis, karena masyarakat tersebut saling tolong menolong dan masyarakat bersifat homogen karena masyarakat mempunyai kesamaan yaitu sama-sama suka melihat acara di desa itu. Tindakan masyarakat bersifat represif karena apabila salah satu masyarakat tersaikiti maka yang lain akan merasakan dan mereka melampiaskan dendam tersebut dengan adanya tindak kekerasan agar pelaku mempunyai efek jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.